Selasa, 28 September 2021

MEDIA DAN KONTROL SOSIAL

 


MEDIA DAN KONTROL SOSIAL

Nama : Sekar Pratiwi

NIM : B75219076

A.    Pendahuluan

Media massa mempunyai tugas dan kewajiban menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya), dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan, tanpa ada batasan kurun waktu. Media massa ada dimana-mana di sekitar kita. Hidup satu hari tanpa komunikasi massa adalah hal yang mustahil bagi kebanyakan orang, terutama di masa sekarang. Meskipun demikian, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana media beraksi dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan kita. Dunia memiliki peranan dan kekuatan untuk mempengaruhi media massa, dan sebaliknya, media massa juga mempunyai peranan dan kekuatan yang begitu besar bagi dunia ini, terlebih dalam segala sesuatu. Dalam artian media sangat berperan terhadap kontrol sosial di lingkungan masyarakat bahkan seluruh pengguna media di dunia.

B.     Pembahasan

1.      Media

Media adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis  seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Media sosial adalam medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Istilah media sosial tersusun dari dua kata, yakni “media” dan “sosial”. “Media” diarti-kan sebagai alat komunikasi. Sedangkan kata “sosial” diartikan sebagai kenyataan sosial bahwa setiap individu melakukan aksi yang memberikan kontribusi kepada masyarakat. Pernyataan ini menegaskan bahwa pada kenyataannya, media dan semua perangkat lunak merupakan “sosial” atau dalam mak-na bahwa keduanya merupakan produk dari proses sosial.

Dari pengertian masing-masing kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah alat komunikasi yang digunakan oleh pengguna dalam proses sosial.

Dominick dalam bukunya The Dynamic Of Mass Communication menyebutkan beberapa fungsi media massa bagi masyarakat, yaitu :

a.       Pengawasan (surveillance). Fungsi ini terdiri dari  2 bentuk utama, yaitu pengawasan peringatan dan pengawasan instrumental. Media massa menjalankan fungsi pengawasan peringatan, jika menginformasikan tentang ancaman yang disebabkan oleh beberapa hal, misalnya serangan militer, bencana alam, krisis ekonomi dan inflasi. Fungsi pengawasan instrumental dari media massa jika informasi yang disampaikan memiliki fungsi atau dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

b.       Penafsiran (interpretation). Fungsi ini dijalankan jika media selain menyampaikandata dan fakta kepada masyarakat, juga memberi penafsiran terhadap kejadian penting. Media memutuskan dan memilih peristiwa-peristiwa mana yang layak dan tidak layak disajikan.

c.        Keterkaitan (linkage). Media massa dapat menjadi pemersatu  masyarakat yang beragam sehingga membentuk ikatan berdasarkan minat dan kepentingan yang sama tentang sesuatu.

d.       Penyebaran nilai (transmission of values). Fungsi ini disebut sosialisasi. Media massa menunjukkan kepada masyarakat tentang apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka bertindak.

e.        Hiburan (entertainment). Fungsi hiburan dijalankan oleh setiap media massa. Media yang sangat jelas menjalankan fungsi ini adalah radio, tabloid dan televisi.

2.      Kontrol Sosial

Menurut Soekanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Suatu Pengantar mengenai pengertian kontrol sosial yaitu segala proses bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku. Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarakat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial. Pengendalian sosial atau kontrol sosial dimaksudkan agar seseorang mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial.

3.      Media Sebagai Kontrol Sosial

Salah satu fungsi media adalah sebagai alat kontrol social. Dalam hal ini media dapat saja melakukan kritik, bahkan kritik yang dilakukan oleh media tersebut bisa dianggap sebagai bagian dari kedewasaan politik. Dalam budaya politik manapun kritik melalui media adalah sesuatu yang lumrah kecuali dalam sistem perpolitikan yang otoriter. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah jangan sampai berbagai kritik yang dilakukan oleh media menimbulkan ketidak tenangan sosial. Antisipasi dari timbulnya keadaan tersebut, maka setiap pemberitaan media dituntut semacam adanya tanggung jawab sosial.

Tanggung jawab sosial bagi media sesungguhnya telah dikenal semenjak berakhirnya perang dunia II, serta dirintis di Amerika Serikat. Inti pokok dari tanggung jawab sosial bagi media ini adalah dilatar belakangi oleh muculnya kebebasan pers, bahwa setiap kebebasan itu membawa konsekuensi tanggung jawab kepada masyarakat. Dalam hal ini media massa dikontrol pemanfaatannya oleh masyarakat bahkan oleh kelompok minoritas sekalipun mempunyai kesempatan yang sama dalam rangka mengutarakan pendapatnya apabila ada sesuatu atau isu tertentu. Salah satu ciri dari tanggung jawab sosial media ini adalah bahwa media massa boleh dimiliki oleh swasta untuk mencari keuntungan, akan tetapi media massa atau pers harus berfungsi untuk kepentingan umum atau kesejahteraan umum.

Apabila pers gagal melakukan fungsinya tersebut maka masyarakat berhak menuntut dan meluruskannya. Hal ini disebut oleh Dennis Mc Quail’s sebagai The Frame of Public Responsibility yaitu media berperan sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat. Selain itu, organisasi media juga merupakan intitusi sosial tempat bertemunya banyak komitmen profesional (baik secara sukarela maupun sebaliknya) yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama perusahaan, memperoleh keuntungan dalam bisnis media.

Keunggulan dari alternatif ini; pertama, memberi kesempatan kepada publik untuk menyuarakan aspirasi secara langsung sehingga publikasi akan lebih demokratis dan objektif. Kedua, membuka peluang kerja. Kendalanya adalah banyak media yang menolak statusnya sebagai wakil masyarakat dengan mengatasnamakan kebebasan media.

C.     Kesimpulan

Media massa dapat memperkaya masyarakat dengan menyebarkan karya kreatif terbaik dari manusia. Media massa yang, yang tergantung kepada pengguna yang besar demi kelangsungan hidup ekonominya, sulit untuk menjangkau spektrum yang dikehendaki. Media massa sebagai tempat penyampaian informasi, media pendidikan dan juga tentunya sebagai kontrol sosial.

Media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena perannya yang sangat potensial untuk membuat dan mengangkat opini publik sekaligus sebagai sarana berdialog antar lapisan masyarakat. Pada dasarnya, efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) bergantung pada integritas media itu sendiri. Selain itu, juga bergantung pada tingkat kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan.

 

DAFTAR PUSTAKA

  Cangara, H. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada 140

  Diterbitkan Oleh, “JURNAL ILMU ADMINISTRASI PUBLIK,” t.t

  Dominick, Joseph R. 2001. The Dynamic Of Mass Communication. New York: Random House.

  Mulawarman Mulawarman dan Aldila Dyas Nurfitri, “Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan,” Buletin Psikologi 25, no. 1 (23 Juni 2017), https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.22759.

  Nasrullah, R. (2015). Perspektif Komunikasi, Budaya, Dan Sosioteknologi. Jakarta: Simbiosa Rekatama Media 11

  Roudledge. Fuchs, C. (2014). Social Media a Critical Introduction. Los Angeles: SAGE Publication, Ltd.

    Soekanto, Soerjono.1988. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Media dan Kritik Sosial