Nama
: Sekar Pratiwi
NIM
: B75219076
A. Pendahuluan
Media massa mempunyai tugas dan kewajiban menjadi
sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan
peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam
aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya), dari
yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan
sampai yang sangat menyenangkan, tanpa ada batasan kurun waktu. Media massa ada
dimana-mana di sekitar kita. Hidup satu hari tanpa komunikasi massa adalah hal
yang mustahil bagi kebanyakan orang, terutama di masa sekarang. Meskipun
demikian, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana media beraksi
dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan kita. Dunia memiliki peranan dan
kekuatan untuk mempengaruhi media massa, dan sebaliknya, media massa juga
mempunyai peranan dan kekuatan yang begitu besar bagi dunia ini, terlebih dalam
segala sesuatu. Dalam artian media sangat berperan terhadap kontrol sosial di
lingkungan masyarakat bahkan seluruh pengguna media di dunia.
B. Pembahasan
1. Media
Media
adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak
(penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan
televisi. Media sosial adalam medium di internet yang memungkinkan pengguna
merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerjasama, berbagi,
berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.
Istilah
media sosial tersusun dari dua kata, yakni “media” dan “sosial”. “Media”
diarti-kan sebagai alat komunikasi. Sedangkan kata “sosial” diartikan sebagai
kenyataan sosial bahwa setiap individu melakukan aksi yang memberikan
kontribusi kepada masyarakat. Pernyataan ini menegaskan bahwa pada
kenyataannya, media dan semua perangkat lunak merupakan “sosial” atau dalam
mak-na bahwa keduanya merupakan produk dari proses sosial.
Dari
pengertian masing-masing kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media
sosial adalah alat komunikasi yang digunakan oleh pengguna dalam proses sosial.
Dominick
dalam bukunya The
Dynamic Of Mass Communication menyebutkan
beberapa fungsi media massa bagi masyarakat, yaitu :
a. Pengawasan (surveillance).
Fungsi ini terdiri dari 2 bentuk utama, yaitu pengawasan peringatan dan
pengawasan instrumental. Media massa menjalankan fungsi pengawasan peringatan,
jika menginformasikan tentang ancaman yang disebabkan oleh beberapa hal,
misalnya serangan militer, bencana alam, krisis ekonomi dan inflasi. Fungsi
pengawasan instrumental dari media massa jika informasi yang disampaikan
memiliki fungsi atau dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
b. Penafsiran (interpretation).
Fungsi ini dijalankan jika media selain menyampaikandata dan fakta kepada
masyarakat, juga memberi penafsiran terhadap kejadian penting. Media memutuskan
dan memilih peristiwa-peristiwa mana yang layak dan tidak layak disajikan.
c.
Keterkaitan (linkage). Media massa dapat menjadi
pemersatu masyarakat yang beragam
sehingga membentuk ikatan berdasarkan minat dan kepentingan yang sama tentang
sesuatu.
d. Penyebaran nilai (transmission
of values). Fungsi ini disebut sosialisasi. Media massa menunjukkan kepada masyarakat
tentang apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka bertindak.
e.
Hiburan (entertainment). Fungsi hiburan dijalankan
oleh setiap media massa. Media yang sangat jelas menjalankan fungsi ini adalah
radio, tabloid dan televisi.
2. Kontrol
Sosial
Menurut
Soekanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi
Suatu Pengantar mengenai pengertian kontrol sosial yaitu segala proses
bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi
kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku. Pengendalian sosial dimaksudkan
agar anggota masyarakat mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta
keselarasan dalam kehidupan sosial. Pengendalian sosial atau kontrol sosial
dimaksudkan agar seseorang mematuhi norma-norma sosial sehingga tercipta
keselarasan dalam kehidupan sosial.
3. Media
Sebagai Kontrol Sosial
Salah satu fungsi media adalah sebagai
alat kontrol social. Dalam hal ini media dapat saja melakukan kritik, bahkan
kritik yang dilakukan oleh media tersebut bisa dianggap sebagai bagian dari
kedewasaan politik. Dalam budaya politik manapun kritik melalui media adalah
sesuatu yang lumrah kecuali dalam sistem perpolitikan yang otoriter. Namun yang
perlu diperhatikan disini adalah jangan sampai berbagai kritik yang dilakukan
oleh media menimbulkan ketidak tenangan sosial. Antisipasi dari timbulnya
keadaan tersebut, maka setiap pemberitaan media dituntut semacam adanya
tanggung jawab sosial.
Tanggung jawab sosial bagi media
sesungguhnya telah dikenal semenjak berakhirnya perang dunia II, serta dirintis
di Amerika Serikat. Inti pokok dari tanggung jawab sosial bagi media ini adalah
dilatar belakangi oleh muculnya kebebasan pers, bahwa setiap kebebasan itu
membawa konsekuensi tanggung jawab kepada masyarakat. Dalam hal ini media massa
dikontrol pemanfaatannya oleh masyarakat bahkan oleh kelompok minoritas
sekalipun mempunyai kesempatan yang sama dalam rangka mengutarakan pendapatnya
apabila ada sesuatu atau isu tertentu. Salah satu ciri dari tanggung jawab
sosial media ini adalah bahwa media massa boleh dimiliki oleh swasta untuk
mencari keuntungan, akan tetapi media massa atau pers harus berfungsi untuk
kepentingan umum atau kesejahteraan umum.
Apabila pers gagal melakukan fungsinya
tersebut maka masyarakat berhak menuntut dan meluruskannya. Hal ini disebut
oleh Dennis Mc Quail’s sebagai The Frame of Public Responsibility yaitu
media berperan sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat. Selain itu,
organisasi media juga merupakan intitusi sosial tempat bertemunya banyak
komitmen profesional (baik secara sukarela maupun sebaliknya) yang bertujuan
untuk mencapai tujuan bersama perusahaan, memperoleh keuntungan dalam bisnis
media.
Keunggulan dari alternatif ini; pertama,
memberi kesempatan kepada publik untuk menyuarakan aspirasi secara langsung
sehingga publikasi akan lebih demokratis dan objektif. Kedua, membuka peluang
kerja. Kendalanya adalah banyak media yang menolak statusnya sebagai wakil
masyarakat dengan mengatasnamakan kebebasan media.
C. Kesimpulan
Media massa dapat memperkaya masyarakat dengan
menyebarkan karya kreatif terbaik dari manusia. Media massa yang, yang
tergantung kepada pengguna yang besar demi kelangsungan hidup ekonominya, sulit
untuk menjangkau spektrum yang dikehendaki. Media massa sebagai tempat penyampaian
informasi, media pendidikan dan juga tentunya sebagai kontrol sosial.
Media
massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Karena perannya yang sangat potensial untuk membuat dan mengangkat opini publik
sekaligus sebagai sarana berdialog antar lapisan masyarakat. Pada dasarnya,
efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) bergantung pada
integritas media itu sendiri. Selain itu, juga bergantung pada tingkat
kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan.
DAFTAR PUSTAKA
Cangara, H. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada 140
Diterbitkan Oleh, “JURNAL ILMU ADMINISTRASI PUBLIK,” t.t
Dominick, Joseph R. 2001. The Dynamic Of Mass Communication. New York:
Random House.
Mulawarman Mulawarman dan Aldila Dyas Nurfitri, “Perilaku Pengguna Media
Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan,”
Buletin Psikologi 25, no. 1 (23 Juni 2017), https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.22759.
Nasrullah, R. (2015). Perspektif Komunikasi, Budaya, Dan Sosioteknologi.
Jakarta: Simbiosa Rekatama Media 11
Roudledge. Fuchs, C. (2014). Social Media a Critical Introduction. Los
Angeles: SAGE Publication, Ltd.
Soekanto, Soerjono.1988. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.

