Pendalaman Terapi Shalat Bahagia
Pendalaman terapi shalat bahagia ( PTSB ) merupakan panduan shalat
yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz yang merupakan guru besar di
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Beliau merupakan pendiri
sekaligus pemilik kun yaquta fondation yang beralamatkan di Jl. Siwalankerto,
Surabaya. Pendalaman terapi shalat bahagia ini mengajak umat untuk lebih yakin
dan konsentrasi dalam menjalankan ibadah shalat yang dilakukan selama lima kali
sehari. Sama seperti namanya, pendalaman terapi shalat bahagia ( PTSB )
dilakukan agar pelaksananya dapat merasa bahagia, percaya diri, yakin, dan
tidak salah dalam melangkah untuk menjalani kehidupan. Agar kita sebagai umat
Islam tidak mudah menyerah atas rahmat Allah, memiliki jiwa optimis dalam
menghadapi berbagai problematika kehidupan. Tujuan utama dari pendalaman terapi
shalat bahagia ( PTSB ) adalah kokohnya mindset T2Q ( Tawakal, tumakninah dan
qona’ah ). Terdapat kata kunci yang menarik dalam pelaksanaan pendalaman
terapi shalat bahagia, yaitu : SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI
SOSIAL. Kata kunci tersebut bukanlah kata kunci biasa karena menjelaskan
runtutan do’a yang sekiranya dipanjatkan dalam tiap gerakan ketika shalat.
Selain itu, sebelum melakukan pendalaman terapi shalat bahagia ( PTSB )
dianjurkan untuk menuliskan beberapa hal yang sekiranya terjadi dalam hidup,
seperti :10 nama orang-orang yang berpengaruh dalam hidup, 5 nama orang yang
dibenci, 10 daftar dosa yang pernah dilakukan, 30 nikmat yang Allah berikan dan
dapat dirasakan sampai sekarang, 10 daftar penyesalan yang dirasakan dalam
hidup. Beberapa hal atau syarat tersebut dapat disimpulakan dengan menulis 10
daftar anugrah ( DA ) besar Allah yang telah anda terima, daftar masalah dan
harapan ( DMH ) saja. Adapun kegunaan daftar-daftar tersebut agar kita dapat
lebih spesifik dalam meminta dan berdo’a dengan bahasa yang baik kepada Allah
sehingga apa yang diinginkan menjadi jelas.
Sering kali
manusia merasa sangat terbebani dengan masalah-masalah yang dialaminya, padahal
sudah pasti bahwa semua masalah bisa diatasi, tentunya dengan berusahan
menemukan jalan keluar dan optimis bahwa kita akan menemukannya, mengeluh merupakan
ekspresi ketidak setujuan kita terhadap rencana Allah, ketika dalam masalah
sebaiknya jangan mengeluh. Ketika kita memutuskan untuk berani hidup maka
seharunya kita beranu menghadapi masalah. Terapi shalat bahagia ini membuat
seseorang akan merasa lebih bahagia dalam setiap kondisi karena tertanamnya
dalam diri dan meyakini bahwa segala rencana Allah lebih baik dari apa yang
direncanakan makhluk. Langkah awal melaksanakan pendalaman terapi sholat
bahagia ini adalah dengan memenuhi panggilan shalat atau adzan tepat waktu,
tidak menunda-nundanya dengan berbagai alasan. Karena panggilan shalat itu
sendiri sebenarnya selain mengajak untuk beribadah juga mengajak umat untuk
bahagia. Syarat diterimanya do’a ialah dengan berhenti mengeluh dan yakin bahwa
Allah akan mengabulkannya diwaktu yang tepat. Dengan membaca selama 1 jam buku
60 menit terapi shalat bahagia, anda sudah bisa memahami makna dari kata kunci
: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk SOSIAL. Tentunya tidaklah cukup dengan
dibaca saja tetapi harus mempraktekkannya agar mendapat kedahsyatan dampaknya.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar anda memahami dan
mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah,
percaya diri, dan optimis akan penyelesaian masalah menuju hidup yang bahagia. Wajah
penuh bahagia adalah cerminan bahwa kita bersyukur kepada sang Maha Pencipta. Hanya
pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif, tidak mudah
menyerah dan membahagiakan orang-orang disekitarnya. Berikut merupakan tata
cara pendalaman terapi shalat bahagia
1.
Pada
saat posisi berdiri, terdapat kata kunci SUBHAN ( Syukur, Bimbingan, Ketahanan
iman) , pada tahap ini setelah takbiratul ihram kemudia membaca doa iftitah,
dilanjutkan alfatihah kemudian surah pendek, baru lah merenungkan atau berdoa
dalam hati :
a.
Syukur
(Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu)
b.
Bimbingan
(Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap dijalan yang benar)
c.
Ketahanan
Iman( Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari
kesesatan dan murka-Mu).
Setelah membaca do’a dalam hati dilanjutkan dengan rukuk.
2.
Pada
posisi rukuk, terdapat kata kunci TURUT (Tunduk, Menurut ), pada tahap ini
posisi dalam keadaan rukuk kemudia membaca do’a rukuk setelah itu barulah
merenungkan dalam hati
a.
Tunduk
( Wahai Allah, aku tunduk-membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbuh dan
menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan
kepada-Mu. )
b.
Menurut
( Aku menurut kepada semua perintah-Mu.
Ampunilah dosa-dosaku )
Tambahan jika ingin lebih detail:
a.
Wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu ( renungkan masalah-masalah anda)
b.
Wahai
Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah
mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
c.
Wahai
Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku. Engkau pasti
(3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi
masalah dan harapanku itu.
d.
Wahai
Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah
Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun
keputusan-Mu.
3.
Pada
posisi I’tidal terdapat kata kunci HADIR ( Hak pujian;Takdir ), pada tahap ini
setelah membaca do’a i’tidal, kemudian kita merenungkan dalam hati
a.
Hak
Pujian “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas
mengharap pujian manusia”
b.
Takdir
Allah “Semua hal yang terjadi ataas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas
menerimanya”
Tambahan jika ingin lebih detail
a.
Wahai
Allah, hapuskan dihatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih
orang. Sebaliknya jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima
kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
b.
Aku
ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih
baik dari rencana hidupku. Takdirmu pasti (3x) yang terbaik untuk ku.
4.
Pada
posisi Sujud, terdapat kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga), pada
tahap ini setelah membaca do’a sujud, selanjutnya kita merenungkan do’a berikut
(berlaku setelah sujud ke-2) dalam hati
a.
Maaf:
“Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku.”
b.
Sinar
: “Sinarilah hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau
ridlai”.
c.
Jiwa
dan raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati,
sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan jika ingin lebih detail:
a.
Wahai
Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku,
lebih-lebih mereka yang telah meninggalkan dunia. Jauhkan mereka dari siksa
kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka.
Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan itu bagian
dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan
semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti
ini.
b.
Berika
cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan
dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang;serta
telinga kami peka terhadap Al-qur’an dan panggilan adzan.
c.
Lanjutkan
do’a pada posisi rukuk, pada poin tambahan a-d, dan kaitkan dengan DMH yang
telah anda tulis.
5.
Duduk
antara dua sujud, terdapat kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera iman),
setelah membaca do’a duduk antara dua sujud, maka renungkan do’a dalam hati:
Wahai Allah,
berilah aku: “ Ampunan, Kasih, Sejahtera dan Iman”
Tambahan ( jika
ingin lebih detail )
a.
Wahai
Allah, ampunilah dosa-dosaku.
b.
Kasihanilah
aku. Cintailah aku. Jadikanlah hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua
manusia. Kasihanilah aku yang telah brusaha keras untuk membahagiakan
keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
c.
Berilah
aku rizki yng berlimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin.
Jadikanlah aku orang yang lebih senang memberi dari pada diberi. Berilah aku
kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
d.
Kuatkanlah
imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun
cobaan dari-Mu.
6.
Pada
posisi Tasyahud, terdapat kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal),
setelah membaca do’a tasyahud kemudia kita merenungkan:
a.
Sholawat:
“ Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”
b.
Persaksian
: “ Aku bersaksi ,’Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-MU’.
Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
c.
Tawakal
: “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan
kepada-Mu.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
a.
Jadikan
aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti Nabi-Mu. Mudahkan aku dan
keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdo’a di dekat makam Nabi-Mu.
Aku berharap dihari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau
pertemukan kami sekeluarga dengan Nabi-Mu.
b.
Jadikan
syahadat penambah percaya diriku, penghalang kecemasanku, penyemangat kerjaku,
dan penguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah kata terakhirku ketika
malaikat Izrail mencabut nyawaku.
c.
Lnjutkan
do’a seperti pada posisi rukuk, pada poin tambahan a-d, dan kaitkan dengan DMH
yang telah anda tulis.
d.
Wahai
Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan
kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan
kiriku, assalamu’alaikum warahmatullah.
Pendalaman terapi shalat bahagia ( PTSB) diatas tidak dapat
dilakukan sekaligus dan tidak boleh diacak, harus dilakukan secara bertahap
sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan yang nantinya dapat diingat dengan beruntun.
Pendalama terapi shalat bahagia (PTSB) memberikan dampak yang luar biasa bagi
yang sudah menjalani dan melaksanakannya secara rutin, seperti yang dirasakan
oleh dr. Meralda S.S, yang telah rutin melakukan pendalaman terapi shalat
bahagia menyatakan bahwa “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa
bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit”. Selain merasa lebih bahagia dan
mendapat ketenagan dalam menjalani kehidupan, dalam menghadapi masalah, timbul
pula jiwa yang optimis bahkan penyakit-penyakit yang diderita pun dapat
disembukan melalui pendalaman terapi ini. Sebaiknya kita memperbanyak do’a
ketika shalat.
Nama : Sekar Pratiwi
NIM : B75219078
Kelas : E3/ Ilmu Komunikasi
